Partai Golkar Terpapar Komunisme? Ini Faktanya
Beredar sebuah narasi yang menyampaikan Partai Golkar terpapar paham komunisme setelah pertemuan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dengan Kepala Polit Biro Hubungan Internasional Partai Komunis China (ID CPC), Song Tao. Narasi ini beredar melalui pesan berantai di Whatsapp.
Melalui tangkapan layar di aplikasi whatsapp, disebutkan narasi sebagai berikut:"NGERI ! GOLKAR TERPAPAR KOMUNISME CHINA" yang ditulis salah seorang yang mengatasnamakan Nasrudin Joha. Berikut bunyi narasinya:
"Para begawan Golkar yang peduli terhadap masa depan partai, juga wajib bersuara. Jika semua diam, berarti sepakat terhadap kebijakan pro komunis yang digulirkan Airlangga. Dan dengan demikian, jangan salahkan publik jika kelak muncul adagium baru yang menyatakan "SUARA GOLKAR SUARA KOMUNISME" demikian bunyi dalam narasi tersebut.Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?Happy Inspire Confuse Sad
Penelusuran:
Dari penelurusan kami, klaim bahwa Partai Golkar terpapar paham komunisme adalah salah. Faktanya adalah pertemuan antara Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dengan Kepala Polit Biro Hubungan Internasional Partai Komunis China (ID CPC), Song Tao kerjasama studi pembangunan.
Seperti dilansir dari Detik.com, Partai Golkar dan Partai Komunis Tiongkok (PKT) sepakat membangun kerja sama dalam pertukaran dan pengenalan budaya, pendidikan, dan peningkatan kualitas SDM. Secara khusus, delegasi PKT datang ke Jakarta bertemu dengan Partai Golkar untuk membahas kerja sama tersebut.
"Program pertukaran ini akan terus dilanjutkan dan juga kami apresiasi karena mereka datang dan kita diskusi terbuka terkait dengan kerja sama di level partai politik. Kemudian kerja sama bilateral di antara kedua negara di bidang ekonomi maupun kebudayaan, sekaligus juga membahas tantangan perekonomian dan situasi global ke depan," kata Airlangga seperti dilansir Detik.com.
Kabar terpaparpanya Partai Golkar dengan paham komunisme setelah pertemuan dengan Partai Komunis Tiongkok pun telah dibantah oleh Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono seperti dilansir dari Merdeka.com. Agung menyebutkan pertemuan antara Golkar sudah sesuai dengan amanat UUD 1945, yakni aktif menjaga perdamaian dunia. Dalam hubungan luar negeri Indonesia dan Golkar berpatokan pada kebijakan luar negeri 'bebas dan aktif' yang bersifat non-blok dengan mencoba mengambil peran dalam berbagai masalah regional sesuai ukuran dan lokasinya.
Kunjungan Partai Golkar ke Partai Komunis Tiongkok terang Agung bukan hal baru sendiri sudah dilakukan sejak lama.
"Bahkan era Pak Wahono menjadi Ketua Umum Golkar saya menjadi perwakilan yang berkunjung ke China, ke PKC," ungkap Agung.
Agung juga menjelaskan, jika kunjungan dan kerja sama itu tak mengubah dirinya untuk berpaham komunis. Kunjungan itu hanya semata-mata studi banding antara partai.
"Saya tetap antikomunis, saya tetap Golkar," tegas Agung.
Kesimpulan:
Klaim bahwa Partai Golkar terpapar paham komunisme adalah salah. Faktanya, pertemuan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dengan Kepala Polit Biro Hubungan Internasional Partai Komunis China (ID CPC), Song Tao hanya membahas kerja sama studi pembangunan antara kedua partai dalam rangka hubungan luar negeri kedua negara Indonesia dan Tiongkok.
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
Melalui tangkapan layar di aplikasi whatsapp, disebutkan narasi sebagai berikut:"NGERI ! GOLKAR TERPAPAR KOMUNISME CHINA" yang ditulis salah seorang yang mengatasnamakan Nasrudin Joha. Berikut bunyi narasinya:
"Para begawan Golkar yang peduli terhadap masa depan partai, juga wajib bersuara. Jika semua diam, berarti sepakat terhadap kebijakan pro komunis yang digulirkan Airlangga. Dan dengan demikian, jangan salahkan publik jika kelak muncul adagium baru yang menyatakan "SUARA GOLKAR SUARA KOMUNISME" demikian bunyi dalam narasi tersebut.Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?Happy Inspire Confuse Sad
Penelusuran:
Dari penelurusan kami, klaim bahwa Partai Golkar terpapar paham komunisme adalah salah. Faktanya adalah pertemuan antara Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dengan Kepala Polit Biro Hubungan Internasional Partai Komunis China (ID CPC), Song Tao kerjasama studi pembangunan.
Seperti dilansir dari Detik.com, Partai Golkar dan Partai Komunis Tiongkok (PKT) sepakat membangun kerja sama dalam pertukaran dan pengenalan budaya, pendidikan, dan peningkatan kualitas SDM. Secara khusus, delegasi PKT datang ke Jakarta bertemu dengan Partai Golkar untuk membahas kerja sama tersebut.
"Program pertukaran ini akan terus dilanjutkan dan juga kami apresiasi karena mereka datang dan kita diskusi terbuka terkait dengan kerja sama di level partai politik. Kemudian kerja sama bilateral di antara kedua negara di bidang ekonomi maupun kebudayaan, sekaligus juga membahas tantangan perekonomian dan situasi global ke depan," kata Airlangga seperti dilansir Detik.com.
Kabar terpaparpanya Partai Golkar dengan paham komunisme setelah pertemuan dengan Partai Komunis Tiongkok pun telah dibantah oleh Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono seperti dilansir dari Merdeka.com. Agung menyebutkan pertemuan antara Golkar sudah sesuai dengan amanat UUD 1945, yakni aktif menjaga perdamaian dunia. Dalam hubungan luar negeri Indonesia dan Golkar berpatokan pada kebijakan luar negeri 'bebas dan aktif' yang bersifat non-blok dengan mencoba mengambil peran dalam berbagai masalah regional sesuai ukuran dan lokasinya.
Kunjungan Partai Golkar ke Partai Komunis Tiongkok terang Agung bukan hal baru sendiri sudah dilakukan sejak lama.
"Bahkan era Pak Wahono menjadi Ketua Umum Golkar saya menjadi perwakilan yang berkunjung ke China, ke PKC," ungkap Agung.
Agung juga menjelaskan, jika kunjungan dan kerja sama itu tak mengubah dirinya untuk berpaham komunis. Kunjungan itu hanya semata-mata studi banding antara partai.
"Saya tetap antikomunis, saya tetap Golkar," tegas Agung.
Kesimpulan:
Klaim bahwa Partai Golkar terpapar paham komunisme adalah salah. Faktanya, pertemuan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dengan Kepala Polit Biro Hubungan Internasional Partai Komunis China (ID CPC), Song Tao hanya membahas kerja sama studi pembangunan antara kedua partai dalam rangka hubungan luar negeri kedua negara Indonesia dan Tiongkok.
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
